KITA HARUS SELALU SABAR DAN HARUS SELALU BERHATI-HATI DALAM BERBICARA
KEPADA SIAPA PUN
Nama : ROMADHON,S.Pd
Alamat : KARIMUN BATAM KEPRI
Saturday, January 19, 2013
Friday, January 18, 2013
Mad Mualif GURU INDONESIA
Jenis-jenis uang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Jenis uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi dua,
yaitu uang kartal dan uang giral.
Daftar isi [sembunyikan]
1 Uang
1.1 Jenis Uang Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
1.2 Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
2 Uang Giral
2.1 Terjadinya uang giral
2.2 Keuntungan menggunakan uang giral
3 Uang Kuasi
[sunting]Uang
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal
adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam
melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1,
Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan
kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank
Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
[sunting]Jenis Uang Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua
jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari
plastik yang memiliki ciri-ciri :
Dikeluarkan oleh pemerintah
Dijamin oleh undang undang
Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara
dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang
logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
Dikeluarkan oleh Bank Sentral
Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia :
Bank Indonesia)
Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
[sunting]Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
A. Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak
memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak
yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan
diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah.
Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil.
Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun
dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa
sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai.
Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya
berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut
sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa
alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain
:
Tahan lama dan tidak mudah rusak (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah
(Rp. 500,00).
Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan
dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya
dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat
ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap
tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU
No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang
kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan
kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang
kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai
tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas
yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan
jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan
diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
[sunting]Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat
akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di
Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum
selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992,
definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat
digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral
dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya,
masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
[sunting]Terjadinya uang giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran
atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku giro bilyet.
Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima
pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu
oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara
di atas disebut primary deposit.
Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan
cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil
penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual.
Cara ini disebut derivative deposit
Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat
diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.
Simpanan uang di bank dapat berbentuk giro[rekening koran] yang
boleh diambil sewaktu-waktu.
Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan menggunakan
cek,giro bilyet,dan pemindahan telegrafis[telegraphic transfer].
[sunting]Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas,
nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik
cek/bilyet giro)
Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa
segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara
pemblokiran.
[sunting]Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai
alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito
berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta
domestik.
Nama : Mad Mualif
Alamat : Banjarnegara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Jenis uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi dua,
yaitu uang kartal dan uang giral.
Daftar isi [sembunyikan]
1 Uang
1.1 Jenis Uang Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
1.2 Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
2 Uang Giral
2.1 Terjadinya uang giral
2.2 Keuntungan menggunakan uang giral
3 Uang Kuasi
[sunting]Uang
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal
adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam
melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1,
Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan
kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank
Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
[sunting]Jenis Uang Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua
jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari
plastik yang memiliki ciri-ciri :
Dikeluarkan oleh pemerintah
Dijamin oleh undang undang
Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara
dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang
logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
Dikeluarkan oleh Bank Sentral
Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia :
Bank Indonesia)
Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
[sunting]Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
A. Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak
memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak
yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan
diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah.
Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil.
Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun
dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa
sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai.
Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya
berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut
sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa
alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain
:
Tahan lama dan tidak mudah rusak (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah
(Rp. 500,00).
Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan
dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya
dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat
ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap
tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU
No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang
kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan
kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang
kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai
tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas
yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan
jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan
diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
[sunting]Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat
akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di
Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum
selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992,
definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat
digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral
dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya,
masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
[sunting]Terjadinya uang giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran
atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku giro bilyet.
Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima
pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu
oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara
di atas disebut primary deposit.
Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan
cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil
penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual.
Cara ini disebut derivative deposit
Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat
diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.
Simpanan uang di bank dapat berbentuk giro[rekening koran] yang
boleh diambil sewaktu-waktu.
Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan menggunakan
cek,giro bilyet,dan pemindahan telegrafis[telegraphic transfer].
[sunting]Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas,
nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik
cek/bilyet giro)
Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa
segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara
pemblokiran.
[sunting]Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai
alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito
berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta
domestik.
Nama : Mad Mualif
Alamat : Banjarnegara
WELLFRIED SIMAMORA, S.Pd GURU INDONESIA
Bagaimana nasib saya Pak ? Masih adakah harapan untuk saya diangkat
menjadi PNS ?
Nama : WELLFRIED SIMAMORA, S.Pd
Alamat : Jln.SM.Raja-124 SIBOLGA-SUMUT
menjadi PNS ?
Nama : WELLFRIED SIMAMORA, S.Pd
Alamat : Jln.SM.Raja-124 SIBOLGA-SUMUT
Ina Tri Handayani Lubis, S.Pd GURU INDONESIA
Pertanyaan :
saya dulu sudah mengajar di sekolah swasta SMA Laksana Martadinata
Sumatera Utara selama 5 tahun, lalu saya pindah ke muara tebo mengajar
di SMA sudah sekitar 2 tahun dan di SMK sudah sekitar 1 tahun dengan
alasan ikut suami, pada saat pendataan sertifikasi dan inpassing saya
selalu gagal tidak berhak untuk ikut sertifikasi dan inpassing, kalau
logikanya saya sudah berhak karena sudah lebih dari 5 tahun saya
mengajar, tidak bisanya saya ikut inpassing dan sertifikasi guru
dikarenakan :
1. Tidak mempunyai SK Bupati (tempat saya mengajar di SMA)
2. Usia sekolah swasta tempat saya bekerja baru berusia sekitar 3,5
tahun dan belum berhak mengeluarkan SK yayasan (SK GTY)
itulah permasalahan yang saya hadapi
mohon solusinya
Nama : Ina Tri Handayani Lubis, S.Pd
Alamat : Kabupaten Muara Tebo (Jambi)
saya dulu sudah mengajar di sekolah swasta SMA Laksana Martadinata
Sumatera Utara selama 5 tahun, lalu saya pindah ke muara tebo mengajar
di SMA sudah sekitar 2 tahun dan di SMK sudah sekitar 1 tahun dengan
alasan ikut suami, pada saat pendataan sertifikasi dan inpassing saya
selalu gagal tidak berhak untuk ikut sertifikasi dan inpassing, kalau
logikanya saya sudah berhak karena sudah lebih dari 5 tahun saya
mengajar, tidak bisanya saya ikut inpassing dan sertifikasi guru
dikarenakan :
1. Tidak mempunyai SK Bupati (tempat saya mengajar di SMA)
2. Usia sekolah swasta tempat saya bekerja baru berusia sekitar 3,5
tahun dan belum berhak mengeluarkan SK yayasan (SK GTY)
itulah permasalahan yang saya hadapi
mohon solusinya
Nama : Ina Tri Handayani Lubis, S.Pd
Alamat : Kabupaten Muara Tebo (Jambi)
WORKSHOP
WORKSHOP PENYUSUNAN RKAS/RKTS UNTUK SEKOLAH SWASTA SE KABUPATEN
BENGKALIS..........DURI, 18-19 JANUARI 2013
Nama : JEFRI ANTO, SPd
Alamat : Jl.Simp 3 Babussalam Duri-Mandau-Riau
BENGKALIS..........DURI, 18-19 JANUARI 2013
Nama : JEFRI ANTO, SPd
Alamat : Jl.Simp 3 Babussalam Duri-Mandau-Riau
Chairuddin Oesman, S.Pd GURU INDONESIA
Kota Jakarta selama ini bergulat dengan masalah faktual, yakni banjir
dan macet yang belum teratasi, namun ada permasalahan yang perlu
perhatian lebih dari Pemerintah Daerah. Pertama tentang penggunaan air
tanah yang tidak terkendali dari penduduk Jakarta, menimbulkan
rongga-rongga dalam tanah hingga terjadi abrasi air laut yang kini
telah jauh menerobos jantung kota Jakarta. Informasi menunjukkan
daerah sebelah utara Jakarta, setiap tahun turun 5 cm. Tidak mustahil
dalam satu dasawarsa yang akan datang pondasi gedung-gedung tinggi di
Jakartai akan runtuh karena abrasi air laut. Kedua pengembangan
Jakarta dengan program reklamasi pantai, hingga menyebabkan deburan
ombak laut terhambat oleh bangunan-apartemen dan hotel yang dibangun
di sepanjang pantai belahan utara kota Jakarta. Tidak mustahil jika
suatu saat ada letusan anak gunung Krakatau aktif yang bersemayam di
dasar laut selat Sunda akan menyebabkan tsunami.
Solusi dalam mengatasi masalah banjir dan penggunaan air tanah itu
menurut pendapat saya adalah dengan cara mengutamakan penggunaan batu
konblok daripada aspal pada area parkir gedung pemerintahan dan
komersial yang tersebar di Jakarta agar air hujan menyerap langsung
ke dalam tanah serta menjadi cadangan air tanah. Hal ini juga akan
mengurangi luapan air hujan di permukaan jalan-jalan di Jakarta. Dan
jika Pemda mengadakan pembebasan areal/lahan bantaran kali atau
lainnya hendaknya harus jelas peruntukannya, paling tidak memanfaatkan
arel/lahan misalnya untuk taman, agar tidak ditempati lagi oleh
pengguna lahan.
Nama : Chairuddin Oesman, S.Pd
Alamat : chairoes@yahoo.co.id SDN Bendungan Hilir 02
dan macet yang belum teratasi, namun ada permasalahan yang perlu
perhatian lebih dari Pemerintah Daerah. Pertama tentang penggunaan air
tanah yang tidak terkendali dari penduduk Jakarta, menimbulkan
rongga-rongga dalam tanah hingga terjadi abrasi air laut yang kini
telah jauh menerobos jantung kota Jakarta. Informasi menunjukkan
daerah sebelah utara Jakarta, setiap tahun turun 5 cm. Tidak mustahil
dalam satu dasawarsa yang akan datang pondasi gedung-gedung tinggi di
Jakartai akan runtuh karena abrasi air laut. Kedua pengembangan
Jakarta dengan program reklamasi pantai, hingga menyebabkan deburan
ombak laut terhambat oleh bangunan-apartemen dan hotel yang dibangun
di sepanjang pantai belahan utara kota Jakarta. Tidak mustahil jika
suatu saat ada letusan anak gunung Krakatau aktif yang bersemayam di
dasar laut selat Sunda akan menyebabkan tsunami.
Solusi dalam mengatasi masalah banjir dan penggunaan air tanah itu
menurut pendapat saya adalah dengan cara mengutamakan penggunaan batu
konblok daripada aspal pada area parkir gedung pemerintahan dan
komersial yang tersebar di Jakarta agar air hujan menyerap langsung
ke dalam tanah serta menjadi cadangan air tanah. Hal ini juga akan
mengurangi luapan air hujan di permukaan jalan-jalan di Jakarta. Dan
jika Pemda mengadakan pembebasan areal/lahan bantaran kali atau
lainnya hendaknya harus jelas peruntukannya, paling tidak memanfaatkan
arel/lahan misalnya untuk taman, agar tidak ditempati lagi oleh
pengguna lahan.
Nama : Chairuddin Oesman, S.Pd
Alamat : chairoes@yahoo.co.id SDN Bendungan Hilir 02
Abdul Mukti GURU INDONESIA
PENDIDIK dan atau PENDIDIKAN
bidang yang sangat mulia, mungkin.
kenapa..?
telah ditemui atau didengar, seorang guru merasa dirinya sama dengan
seekor kuda yang menarik bendi.
apa yang terjadi..?
sekelompok guru ditugaskan membuat bank soal oleh tutornya dalam suatu
pelatihan,
ya.. tutornya juga seorang yang berkutat di dunia pendidikan.
selesai, ya..selesai oleh sekelompok guru tersebut.
selanjutnya..
tanpa sepengetahuan para guru tersebut, bank soal mereka
diperjualbelikan oleh si tutor tersebut ke sebuah penerbit.
yang menyedihkan.. diedarkan keseluruh sekolah sepropinsi.
yang mengesalkan.. diatas namakan peulisnya, tutor tersebut.
inikah jiwa seorang pendidik...?
Nama : abdul mukti
Alamat : jalan ahmad yani pekanbaru
bidang yang sangat mulia, mungkin.
kenapa..?
telah ditemui atau didengar, seorang guru merasa dirinya sama dengan
seekor kuda yang menarik bendi.
apa yang terjadi..?
sekelompok guru ditugaskan membuat bank soal oleh tutornya dalam suatu
pelatihan,
ya.. tutornya juga seorang yang berkutat di dunia pendidikan.
selesai, ya..selesai oleh sekelompok guru tersebut.
selanjutnya..
tanpa sepengetahuan para guru tersebut, bank soal mereka
diperjualbelikan oleh si tutor tersebut ke sebuah penerbit.
yang menyedihkan.. diedarkan keseluruh sekolah sepropinsi.
yang mengesalkan.. diatas namakan peulisnya, tutor tersebut.
inikah jiwa seorang pendidik...?
Nama : abdul mukti
Alamat : jalan ahmad yani pekanbaru
Subscribe to:
Posts (Atom)